Main Article Content

Abstract

Pembelajaran matematika yang dikaitkan dengan keadaan sekitar (kontekstual) diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pembelajaran. Apalagi, saat ini pemerintah sedang menggaungkan literasi. Apalagi saat ini tidak adanya Ujian Nasional dan diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), membuat para guru atau para calon guru mampu memahami dan mengimplentasikan kemampuan literasi pada peserta didik. Literasi dalam matematika disebut dengan literasi matematika merupakan pengetahuan untuk mengetahui dan menerapkan matematika dasar setiap hari seperti untuk mengomunikasikan baik secara lisan ataupun tulisan, menalar, dan memecahkan masalah. Pengabdian ini dilaksanaakan secara daring dengan metode dalam kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam empat tahap yakni metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, simulasi/praktik. Pada kegiatan ini para peserta mampu memahami dan membuat soal literasi matematika serta mengetahui hubungan literasi matematika dan computational thinking yang tertuang dalam framework PISA. Sehingga diharapkan para peserta mampu menerapkan pada kegiatan pembelajaran di sekolah.

Keywords

literasi matematika, computational thinking, sekolah dasar

Article Details