Pengaruh Cognitive Behavior Therapy Terhadap Kecemasan Dalam Komunikasi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Rizqi Syafrina* -  Widya Gama Mahakam University, Indonesia
Ika Apriati Widya Putri -  , Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Cognitive Behavior Therapy terhadap Kecemasan dalam Komunikasi pada mahasiswa tingkat akhir. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, yaitu pada angkatan 2015. Pada pelaksanaan penelitian, terdapat penurunan subjek dari 10 orang menjadi 4 orang dikarenakan alasan pribadi. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan skala Personal Report of Communication Apprehension (PRCA-24) dari McCroskey. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan bentuk one group pretest-postest design, yaitu desain kelompok tunggal tanpa kelompok pembanding. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan uji Wilcoxon t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan Cognitive Behavior Therapy tidak mengurangi kecemasan dalam komunikasi secara signifikan pada mahasiswa tingkat akhir (z=-1.604, p=0.109). Namun demikian, CBT cukup mampu menjalankan fungsinya untuk menurunkan kadar kecemasan dalam komunikasi, hal ini ditunjukkan dengan turunnya skor skala Personal Report of Communication Apprehension (PRCA-24) subjek penelitian. 

  1. Ancok, D. 2002. Outbound Management Training. Yogyakarta: UII Press.
  2. Butterfield, S.B dan Gould, M. 1986. The Communication Anxiety Inventory: Validation of Stateand Context-Communication Apprehension. Journal Communication Quarterly Vol. 34, No. 2, Spring, Pages 194-205.
  3. Byron, A.L. 2005. Communication Apprehension In The Workplace And Its Effects On Employee Job Satisfaction. Texas: A Thesis in Communication Studies Submitted to The Graduate Faculty of Texas Tech University.
  4. Fitrianingrum, U. Perilaku Koping Pada Mahasiswa Psikologi Yang Mengalami Kecemasan Komunikasi Interpersonal. Skripsi tidak diterbitkan. Surakarta: Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  5. Lukmantoro. 2010. Tingkat Kecemasan Komunikasi Mahasiswa Dalam Lingkup Akademis. Semarang: Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro Semarang.
  6. McCrosky, J.C., dan Beatty, M.J. 1986. “Oral Communication Apprehension”. http://www.jamescmccrosky.com/publication/bookchapters/007_1986_C21. Pdf diakses tanggal 16 Maret 2019.
  7. Musyafik, M. Peningkatan Efikasi Diri Melalui Pelatihan Outbound Pada Mahasiswa Tingkat Awal. Tesis tidak diterbitkan. Yogyakarta: Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.
  8. Niemi, Sandra. 2009. Communication Apprehension: A comparison of current expert knowledge to actual experiences of a select group of Toastmasters International members. Master of Professional Studies University College, University of Denver.
  9. Nuraeni, Diah. 2010. Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Kecemasan Komunikasi Interpersonal Pada Siswa Kelas VII dan VIII Di SLTPN I Lumbang Pasuruan. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
  10. Priyatno, D. 2012. Belajar Praktis Analisis Parametrik dan Non Parametrik dengan SPSS. Yogyakarta: Penerbit Gava Media.
  11. Seniati,L., Yulianto, A., Setiadi, B.N. 2005. Psikologi Eksperimen. Jakarta: PT Tunas Jaya Lestari.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2020-05-22
Published: 2020-05-22
Section: Articles
Article Statistics: